Saya seorang perantauan dari sebuah kota kecil di jawa timur, merantau di jakarta di akhir tahun 2002 karena ada panggilan test kerja di suatu perusahaan di kawasan juanda jakarta pusat dengan modal cekak waktu itu, akhirnya di terima bekerja setelah itu msalah klasik adalah harus punya tempat tinggal, waktu itu masih lumayan ada mess karyawan khusus yang bujangan,atau yang keluarganya ada di kampung, singkat cerita setelah sekian lama akhir tahun 2003 ketemulah jodoh akhirnya married tahun 2004 nah disini dimulailah perjuangan hidup melawan kerasnya ibu kota yang konon "lebih kejam dari Ibu Tiri" emeng bener ..:( lagi2 harus dihadapkan dengan masalah tempat tinggal, sdh tdk mungkin untuk tinggal di mess karena sdh peraturan yang sdh berkeluarga harus out dari mess. dengan gaji karyawan yang pas-pasan tidaklah mungkin langsung bisa kredit rumah, liat brosur aja sdh ngeper duluan...akhirnya kita sepakati sama istri ngontrak di rumah petak...tapi asik juga namanya sdh komitmen berumah tangga senang susah di tanggung bersama, ngontrak di kawasan tangerang kota, karena istri kerja disana waktu itu, saya mengalah, kebetulan kantor sudah pindah di kawsan blok M jadi tiap pagi gelantungan di Bis Kota tiap hari...(yang penting ga gelantungan di hutan kaya tarzan).., terus semangat dan berdoa, kerja keras...tetapi masih belum berani melihat brosur rumah...karena di hitung 2 gaji saya + istri dikurangi biaya hidup sehari2 masih impas belum bisa saving....ya balik lagi disyukurin, teringat pesan ibu : dadi uwong ojo me iso ndelok duwur thok, ga isok delok ngisor mengko gampang kesandung) artinya kurang lebih begini: jadi orang jangan hanya bisa melihat ke atas tidak bisa melihat ke bawah nanti gampang tersandung dan jatuh...jadi kita harus banyak bersyukur masih banyak insan yang lain yang masih lebih menderita dari kita..,itu yang bisa membuat kita tetap tabah.., singkat cerita tahun 2004 lahirlah anak pertama perempuan...dan benar anak itu membawa rizki..lambat laun jabatan dan penghasilan berangsur meningkat..dan kantor saya pun berpindah ke bekasi...dan masih tetap menjadi kontraktor alias ngontrak...., seiring berjalannya waktu tabungan sdh mulai ada, saya mulai berani membuka buka brosur2 rumah, melihat spanduk penawaran dari developer, yang terbentang di pingir2 jalan...dan Impian Rumah Idaman pun terpancar kembali, kadang 2 kita ter lalu bersemangat dan boleh dibilang terburu buru kalau sdh mempunyai keinginan akhirnya kurang mempertimbangkan aspek-aspek lain dan ujung2 nya menyesal, berikut ini pengalaman saya ketika akan membeli rumah:
- Tentukan Buget kita atau kemampuan kita untuk membeli Rumah.
- Tentukan Lokasi yg ideal bagi Kita : Dekat Tempat kita kerja, lokasi strategis deket tol,deket jalur utama (sehingga orang akan mudah mencari rumah kita karena ada yang masuk banget ke dalam angkutan umum tdk ada sehingga setengah mati kalau mencari ) , dekat sekolah,tempat perbelanjaan dan tidak banjir tentu saja.
- Perhatikan Developer/pengembang perumahan tersebut baik atau tidak kredibilitasnya, bisa bertanya-tanya pada penghuni sebelumnya,atau info2 dari internet, dari REI, internet atau dari manapun sekarang emang harus ber hati2 krn siapa tahu tanahnya bersengketa, dsb.
- Setelah mendapat target yang diinginkan kunjungi kantor pemasaran.., minta brosur serta minta penjelasan tentang spesifikasi teknis rumah yang akan di beli, lihat rumah contoh, lihat rumah yang sedang dibangun cocokkan dengan spek yang tertera di brosur, tanyakan perihal tanah kavling yang akan dibagun,sertifikat nya , kebanyakan kalau developer masih menjadi satu sertifkatnya belum di pecah2 dan masih HGB.
- setelah mendapat penjelasan yang cukup anada bisa memberikan tanda jadi/atau Booking setelah itu melengkapi persyaratan adm seperti : KTP/KK,Surat Keterangan Kerja,Slip Gaji,Copy Buku Tabungan.
- setelah itu proses pegajuan kredit anda akan diproses oleh Developer biasanya mereka sdh kerja sama dengan bank, dan anda juga berhak memilih bank yang anda inginkan.
- Setelah Kredit di setujui anda akan dipanggil pihak bank untuk akad kredit..biasanya suami istri harus hadir karena menandatangani sejumlah dokumen, disitu hadir Pihak Bank sebagai Kreditur, dan anda sebagai kreditur serta Notaris PPAT dan yang penting pada saat itu anda harus benar2 membaca dengan seksama perjanjian akad kredit tsb sampai anda mengerti jika kurang jelas anda harus bertanya kepada petugas bank atau notaris,setelah ok anda tanda tangan surat perjanjian kredit diatas meterai 6000, asuransi jiwa,kebakaran dll. disitu anda ditunjukkan akte jual beli, Sertipikat Tanah (anda lihat HGB atau SHM) kalau masih SHM nanti bisa ditingkatkan ke SHM. pada saat akad kredit tersebut sering tidak dijelaskan masalah Roya , atau penghapusan hak tanggungan nanti akan di jelaskan di poin selanjutnya.
- setelah akad kredit disitu disebutkan jumlah plafon kredit yang diberikan dan tenor/tempo pembayaran angsuran , serta jatuh tempo.misal 6 tahun,10 tahun sesuai persetujuan dari bank.
- Pada saat kita kredit sertipikat tanah atas rumah tersebut terdiri dari dua bagian yaitu sertipikat hak dan sertpikat hak tanggungan atas nama bank pemberi kredit.ini untuk jaminan pinjaman kita, jika kita tidak bisa melunasi otomatis rumah dan tanah tersebut akan disita oleh bank.
- setelah lunas kita harus menghapus hak tanggungan tersebut atau disebut proses roya ke BPN sesuai lokasi Sertipikat tersebut dibuat. kenapa roya ini penting selama hak tanggungan ini masih tercantum di sertifikat kita tidak bisa mengagunkan atau menjualsertipikat tersebut, maka sangat penting roya ini adapun syarat2 dari roya ini adalah sbb :
- KTP Asli
- Surat Keterangan Lunas dari Bank
- Surat Pengajuan Roya dari Bank ke BPN
- AJB (Akte Jual Beli) Asli
- Sertipikat Asli
- Sertpikat Hak Tanggungan Asli
- Blue Print Rumah
- IMB Asli
- Peta Lokasi Rumah
setelah data2 tersebut lengkap kita kita bawa dokumen2 tersebut ke Kantor BPN sesuai dengan lokasi sertipikat.dengan step-step sebagai berikut:
1. Kita menuju koperasi karyawan BPN untuk membeli Map pengajuan Roya di dalamnya ada form untuk syarat2 yang harus diisi (formulir 13). Harga Map Rp.10.000,- + Materai Rp.7.000.total Rp.17.000,-
2. syarat2 diatas sebaikknya difoto copy utk file kita, setelah data sudah diisi lengkap dibawa ke loket 1 utk validasi /cek sekitar 15 menit, setelah itu dibawa ke loket 2 pendaftaran sekitar 15 menit setelah diberi tanda terima dokumen. kemudian dibawa ke loket 3 pembayaran : Rp.50.000,- kira 2 15 menit kita diberi kwitansi pembayaran. proses pengurusan selesai kita bisa ambil hasilnya 10 hari kemudian dengan membawa tanda terima doumen asli dan kwitansi pembayaran,akhirnya sertipikat kita sdh menjadi hak milik pribadi kita ...selesai selamat mencoba....salam. dan rumah idamanpun sdh tdk berbunyi dit dit dit kredit....:)